Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Materi Kunci Jawaban Kelas 4 PAI Halaman 32 33 Pelajaran 3 Aku Anak Salih

Materi Kunci Jawaban Kelas 4 PAI Halaman 32 33 Pelajaran 3 Aku Anak Salih adalah rangkuman materi dan kunci jawaban Pendidikan Agama dan Budi Pekerti PAI Kelas 4 Sekolah Dasar (SD/MI). Materi Kunci Jawaban Kelas 4 PAI Halaman 32 33 Pelajaran 3 Aku Anak Salih dibuat dengan mengutip Buku Kurikulum 2013 Pegangan siswa revisi terbaru.

Materi-Kunci-Jawaban-Kelas-4-PAI-Halaman-32-33-Pelajaran-3
Materi Kunci Jawaban Kelas 4 PAI Halaman 32 33 Pelajaran 3 Aku Anak Salih

Materi Kunci Jawaban Kelas 4 PAI Halaman 32 33 Pelajaran 3 Aku Anak Salih ini memiliki keunggulan pada penjelasan materi yang sanggat lengkap dan kompetitif. Langsung saja berikut kami bagikan Materi Kunci Jawaban Kelas 4 PAI Halaman 32 33 Pelajaran 3 Aku Anak Salih.

Materi Kunci Jawaban Kelas 4 PAI Halaman 32 33 Pelajaran 3 Aku Anak Salih

Amati dan ceritakan gambar berikut! 
Materi-Kunci-Jawaban-Kelas-4-PAI-Halaman-32-33

Assalāmu’alaikum 

Anak-anak, kalian pasti suka menjadi anak yang baik, jujur, amanah, dan selalu hormat dan patuh kepada orang tua dan gurunya. Tahukah kalian, keuntungan menjadi orang yang baik? Ayo, ikuti pelajaran ini. Insya Allah kalian akan menjadi anak baik yang disayang oleh Allah.

A Jujur Disayang oleh Allah Swt.

Bacalah kisah berikut ini!

Anak Gadis yang Jujur 

Pada suatu malam, Khalifah Umar ditemani pengawalnya berkeliling negeri untuk melihat dari dekat kehidupan rakyatnya. Sampai di pinggiran kota Makkah, Khalifah tertarik melihat sebuah gubuk kecil. Beliau mendengar suatu percakapan.

“Anakku, malam ini kambing kita mengeluarkan susu sedikit sekali. Ini tidak cukup untuk memenuhi permintaan pelanggan besok pagi,” keluh wanita itu kepada anaknya.

Dengan tersenyum, anak gadisnya itu menghibur, “Ibu, tidak usah disesali. Inilah rezeki yang diberikan Allah kepada kita hari ini. Semoga besok kambing kita mengeluarkan susu yang lebih banyak lagi.” Namun, aku khawatir para pelanggan tidak mau membeli susu kepada kita lagi. Bagaimana kalau susu itu kita campur air supaya kelihatan banyak?”

“Jangan, Bu!” gadis itu melarang. “Bagaimanapun kita tidak boleh berbuat curang. Lebih baik kita katakan dengan jujur pada pelanggan bahwa hasil susu hari ini hanya sedikit. Mereka tentu akan memakluminya. Lagi pula, kalau ketahuan, kita akan dihukum oleh Khalifah Umar. Percayalah, ketidak ujuran itu akan menyiksa hati.”

“Bagaimana mungkin Khalifah Umar tahu!” kata janda itu kepada anaknya. “Saat ini beliau tidur pulas di istana megah tanpa pernah mengalami kesulitan seperti kita.” Gadis remaja itu tersenyum dan berkata, “Ibu, memang khalifah tidak melihat apa yang kita lakukan sekarang. Tapi, Allah Maha Melihat setiap gerak-gerik makhluknya. Meskipun kita miskin, jangan sampai kita melakukan sesuatu yang dimurkai Allah.”

Dari luar gubuk, Khalifah Umar kagum dengan kejujuran gadis itu. Ternyata, kemiskinan tidak membuatnya untuk berbuat curang. Keesokan harinya, Khalifah Umar memerintahkan beberapa orang untuk menjemput wanita pemerah susu dan anak gadisnya. Beliau bermaksud akan menikahkan putranya dengan gadis yang jujur itu

Allah Swt. sangat senang kepada orang yang jujur, yaitu yang tulus dan lurus hatinya, tidak curang. Misalnya, jujur mengerjakan tugas, seperti ujian atau ulangan tidak menyontek dan jujur menggunakan uang, seperti mengembalikan uang kembalian sisa belanja. Mengatakan sesuatu dengan jujur, misalnya mengakui kesalahan. Seperti pertanyaan guru, “Apakah kalian belajar di rumah?” Apabila tidak belajar, katakanlah dengan jujur “Saya tidak belajar.”

Apa keuntungan orang jujur? Allah Swt. senang dengan orang jujur. Kemudian, sikap jujur disenangi semua orang. Orang jujur selalu banyak teman dan dicari orang. Sebaliknya, Allah Swt. tidak senang kepada orang yang tidak jujur, dan orang tidak jujur akan dibenci semua orang.

Sumber: Buku Sirah ( kisah keteladanan) Khalifah Umar bin Khattab 

Ayo Bernyanyi

Jujurlah
 (Adaptasi nada lagu Lihat Kebunku)

 oleh: Buchori dan Faisal
Marilah anakku
Berkata yang jujur
Dengan ayah ibu
Bapak ibu guru
Setiap hari
Jujurlah selalu
Wahai anakku
Jujurlah semua

B. Amanah

Amati dan ceritakan gambar berikut!

Materi-Kunci-Jawaban-Kelas-4-PAI-Pelajaran-3-Aku-Anak-Salih

Pada usia 12 tahun, Nabi Muhammad saw. mulai berdagang ke Syam bersama pamannya. Dalam berdagang, beliau selalu bersikap amanah (terpercaya). Barang dagangan yang dititipkan kepadanya dijaga dengan baik. Mengingat sikapnya itu, beliau mendapatkan gelar al-Amin, artinya orang yang dapat dipercaya.

Sebagai umat Nabi Muhammad saw., kita harus meneladani perilakunya, misalnya:
  • rajin belajar;
  • menjaga nama baik orang tua kita;
  • mengerjakan tugas sekolah;
  • menjaga nama baik guru dan sekolah. 
C. Hormat dan Patuh kepada Orang Tua dan Guru

Ayah dan ibu telah berjasa mengasuh dan memelihara kita. Kita harus patuh kepada mereka berdua. Hormat dan patuh kepada orang tua adalah perintah Allah. 

Allah berfirman dalam al-Qur'an, yang artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang-tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang-tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.” (Q.S Luqman/31:14). 

Beberapa contoh sikap anak menghormati dan patuh kepada orang tua adalah: 1. Patuh dan taat bila dinasihatinya; 2. Rajin salat dan belajar untuk memenuhi harapannya; 3. Sanggup membantu di rumah sesuai kemampuan; 4. Selalu ingat untuk mendoakannya

Kita juga diharuskan hormat kepada sesama anggota keluarga, misalnya: hormat kepada kakak dan sayang kepada adik. Selain itu, kita juga wajib hormat dan patuh kepada guru. Beliau telah berjasa mendidik dan mengajarkan ilmu yang bermanfaat. Lalu, bagaimanakah cara kita menghormati guru? 

Berikut adalah contoh cara menghormati dan mematuhi guru:

Saat bertemu dengan guru:
  • mengucapkan salam:  “Assalamu‘alaikum”;
  • bersalaman dengan mencium tangannya;
  • memperlihatkan wajah berseri-seri.
Saat guru memberi tugas/PR, hendaknya: 
  • selalu mengerjakan dan menyelesaikan tepat waktu; 
  • tidak bermalas-malas dan mengeluh
Saat guru menasihati: 
  • mendengarkan dengan tulus; 
  • menaati nasihatnya.
Saat berbicara dengan guru: 
  • berbicara dengan santun; 
  • suara tidak terlalu keras; 
  • tidak memotong pembicaraannya.
Saat guru sedang mengajar: 
  • duduk tenang dan tidak mengganggu teman;
  • tidak berbicara sendiri sehingga berisik atau gaduh;
  • memperhatikan pelajaran di sekolah.
Rangkuman PAI Kelas 4 Pelajaran 3 Aku Anak Salih
  1. Sebagai muslim/muslimat, kita harus memiliki sikap jujur, amanah, hormat dan patuh kepada orang tua, sopan, dan menghargai teman. 
  2. Muhammad saw. mendapat gelar al-Amin, karena, beliau benarbenar bisa dipercaya, dan melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab.

Baca Juga
Kunci Jawaban PAI Kelas  4 Lengkap

Demikianlah Materi Kunci Jawaban Kelas 4 PAI Halaman 32 33 Pelajaran 3 Aku Anak Salih. Sedangkan untuk soal dan kunci jawabannya Berikut kami bagikan Linknya

Baca Juga

Kunci Jawaban Kelas 4 PAI Halaman 32 33


Demikianlah Materi Kunci Jawaban Kelas 4 PAI Halaman 32 33 Pelajaran 3 Aku Anak Salih. Jika tak sutuju dengan kunci jawaban ini adalah hal yang wajar, dikarenakan soal-soal yang di tawarkan adalah soal-soal terbuka.

Terima kasih

Posting Komentar untuk "Materi Kunci Jawaban Kelas 4 PAI Halaman 32 33 Pelajaran 3 Aku Anak Salih"